Permainan Tradisional Hilang Ditelan Oleh Jaman

Jadi ingat jaman masih SD hingga SMP dulu (ato mungkin SMK yah? -_-a) permainan2 tradisional yang dlu amat sangat digemari dijaman kita masih kecil (yg merasa msh inget aja :p ). Sekarang permainan2 tsb sangatlah jarang malah hilang tergantikan oleh permainan2 yang super duper canggih seperti komputer, tablet, playstation, dkk.

Dengan semakin berkembangnya teknologi yang begitu pesat hingga merambah wilayah daerah/pedesaan, semakin menjadikan alasan sebuah kepraktisan salah satu sebab mengapa banyak anak2 yang enggan melakukan permainan tradisional. Dengan ketergantungan mereka akan permainan2 yg lebih modern&berteknologi, seorang anak berpikir tanpa perlu ketergantungan dengan orang lain. Maksudnya mereka bisa bermain sendiri tanpa harus mencari teman seperti halnya permainan tradisional yang membutuhkan beberapa pemain (2 atau lebih pemain).

Sepintas memang terlihat tdk begitu mengkhawatirkan dan para orang tua juga merasa lebih senang karena kalo anak2 mereka tidak bermain yang berbahaya atau membuat baju jadi kotor. Padahal dengan membiarkan anak2 tenggelam dalam permainan yang berbau teknologi tsb akan merusak mental&perkembangan jiwa mereka. Sehingga akan tumbuh menjadi seorang yang egois serta individualis dan enggan bekerja keras karena sudah terpola berpikir praktis.

Kenapa?karena dalam permainan tradisional secara tidak langsung akan mengajari mereka untuk lebih kreatif, hidup bersosialisasi, kekompakan, dan melatih fisik (seperti halnya berolahraga). Ada berbagai macam permainan tradisional :

1. CONGKLAK

Adalah permainan yang dimainkan oleh 2 orang yang biasanya perempuan. Alat yang digunakan terbuat dari kayu atau plastik berbentuk mirip perahu dengan panjang sekitar 75 cm dan lebar 15 cm. Pada kedua ujungnya terdapat lubang yang disebut induk. Diantara keduanya terdapat lubang yang lebih kecil dari induknya berdiameter kira-kira 5 cm. Setiap deret berjumlah 7 buah lubang. Pada setiap lubang kecil tersebut diisi dengan kerang atau biji-bijian sebanyak 7 buah, kalo aku sih pake biji sawo kecik.
Cara bermainnya : mengambil biji-bijian yang ada di lubang bagian sisi milik kita kemudian mengisi biji-bijian tersebut satu persatu ke lubang yang dilalui termasuk lubang induk milik kita (lubang induk sebelah kiri) kecuali lubang induk milik lawan, jika biji terakhir jatuh di lubang yang terdapat biji-bijian lain maka bijian tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Begitu seterusnya sampai biji terakhir jatuh kelubang yang kosong. Jika biji terakhir tadi jatuh pada lubang yang kosong maka giliran pemain lawan yang melakukan permainan. Permainan ini berakhir jika biji-bijian yang terdapat di lubang yang kecil telah habis dikumpulkan. Pemenangnya adalah anak yang paling banyak mengumpulkan biji-bijian ke lubang induk miliknya. Permainan ini merupakan sarana untuk mengatur strategi dan kecermatan.

2. BENTENG – BENTENGAN

Permainan terdiri dari 2 kelompok, inti dari permainan ini adalah banyak2an siapa yang berhasil menduduki benteng lawan (dengan simbolnya menyentuh benteng lawan). Setiap tim menjaga bentengnya (bentuk dan bendanya terserah, biasanya tiang listrik, pohon, tembok, dll) sekaligus menyerang benteng lawan. Setiap penyerang yang sudah jauh meninggalkan bentengnya, akan bisa ditangkap oleh penjaga, dan jika tertangkap penyerang akan menjadi tawanan. Dan harus di selamatkan oleh kawannya untuk bisa bermain lagi. kelompok yang berhasil lebih banyak mendudukin benteng lawan, itu lah yang menang.

3. LOMPAT TALI/KARET

Permainan lompat tali yang terbuat dari karet gelang yang disambung. Dimainkan oleh 2 kelompok, tiap kelompok terdiri dari minimal 2 anak. Kelompok yang sedang tidak bermain bertugas memegang tali karet. Kelompok yang bermain harus melompati tali karet yang dibentangkan kelompok lainnya. Tali karet dibentangkan dengan ketinggian yang makin lama makin sulit untuk diloncat. Ini seperti melatih fisik/olahraga,karena melompat terus menerus

4. CUBLEK SUWENG

“Cublek-cublek suweng, suweng e ting gelenter mambu ketundung gudel tak gempo lila lilo sopo ngguyu dhelik ake sir sir pong dhelik kopong, sir sir pong dhelik kopong” (versi jawa menurut temen2 kantor😆 )

Masih ingat gak dengan lagu permainan tsb?Yupz,,,permainan tsb membutuhkan 3-4 orang lebih banyak lebih asik&rame. Dimana caranya salah satu dari pemain posisi seperti sujud dan yang lainnya menaruh 1 tangan dipunggung yg sujud dalam keadaan telapak tangan terbuka, lalu salah satu memegang batu kecil/kerikil dijalankan satu demi satu tangan sambil nyanyi, batu berhenti ketika lagu habis&yg sujud tadi wajib menebak dimana batu tsb disembunyikan. Kalau benar yg memegang batu sujud, bila salah maka dia sujud kembali.

Dan masih banyak lagi beberapa permainan yang lain. Semoga kita bisa menghidupkan kembali permainan tradisional tnpa harus menunggu hari kemerdekaan atau acara2 khusus yang lainnya, seperti slebor2,dkk. Mungkin ada yg bisa menambahkan lagi ^_^ HHmmm,,,,jdi inget masa SMK, demi menghidupkan kembali permainan tradisional 1 kelas (hanya kelas ku saja) bermain permainan2 jaman SD tsb ketika jam pelajaran kosong ataupun wktu rehat yaitu permainan bekel dan domikado,,,cowok cewek semuanya ikut larut dlm permainan😆

Ayo semangat untuk menghidupkan kembali permainan2 tradisional jgn sampai hilang untuk selamanya \(^o^)/

Tentang pinguin

pendiam kalau baru kenal,,,selain itu orang lain yang menilai ^_^
Pos ini dipublikasikan di Artikel Asik. Tandai permalink.

9 Balasan ke Permainan Tradisional Hilang Ditelan Oleh Jaman

  1. sekarang anak-anak udah kebanyakan main game online, jadi permainan tradsional mulai tergerus.. apalagi jaman internet masuk desa gini..:D

  2. enth berkata:

    congklak (di tempatku disebut dakon) masih sering dimainkan. yang benar-benar punah adalah gobak sodor yang dimainkan saat purnama

    • eyour berkata:

      yupz bs juga dinamakan dakon🙂
      gobak sodor dijaman SD aq sering main klo wktu rehat,,sekarang ank2 SD pd suka FBan ma hape masing2 hufzt
      makasih sudah mampir,,salam kenal mbak @enth (bnr g y cz picx g kliatan :p )

  3. nandobase berkata:

    Lagune tak copas yo Mbak e..
    Udah lama nyari teks lagu cublek suweng karena kedengerannya lucu. Terutama pas ‘sir..sir..’
    Artine opho tho, Mbak Eyour?

  4. Dewasastra berkata:

    di tunggu tulisan terbarunya…🙂

  5. oomguru berkata:

    permainan tradisional saat ini adalah nintendo… itu tradisional banget😀

tinggalkan jejak walaupun hanya 1 kata untuk membuktikan kalian berkunjung kemari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s