Tentangmu, Hanya Kamu

12357363_915112748581845_660216905_n

Kamu yang selalu ada, ketika aku butuh

Kamu yang selalu temani, ketika aku merasa sendiri

Kamu yang selalu sabar, ketika aku marah

Dan kamu yang ternyata selalu melihat gerak gerik ku

                   Kamu yang selalu usil, ketika aku terlihat melamun

                    Kamu yang selalu ingin tahu, ketika aku mulai menulis sesuatu

                    Kamu yang selalu siap jadi pendengar, ketika aku sedih

                    Dan kamu yang ternyata selalu cepat temukan aku, ketika aku menghilang

Ya, kamu yang sudah hampir 2 tahun ku mengenalmu

Selama itu pula aku berusaha untuk lebih mengenalmu

Perjalanan yang penuh tantangan

Penuh ujian dan suka duka

                    Sempat beberapa bulan ku berusaha untuk menghilang

                    Namun ternyata aku tak bisa tanpamu

                    Dan ku tak bisa tuk melepaskanmu

                    Untuk orang yang inginkanmu juga

Aku terlanjur memunculkan rasa sayang itu

Yang membuat ku selalu berpikir

Salahkah dengan apa yang ku rasa

Salahkah dengan apa yang telah aku lakukan selama ini

                    Jikalau dalam hidupmu sudah ada yang kau pilih

                    Sudah ada yang telah memenangkan hatimu

                    Aku mohon katakanlah dengan bibirmu

                    Katakanlah dengan ucapanmu dan suaramu

Bukan dengan sikapmu

Bukan dengan menjauh

Bukan dengan ucapan kasarmu

Bukan pula dengan bahasa tubuh yg membuat ku bingung

                    Bicaralah, katakanlah

                    Apa yang sebenarnya

                    Bukan bermain teka teki seperti ini

                    Ku tak ingin menjadi salah paham atas sikapmu

                    Ku hanya ingin kepastian, bukan permainan

Aku benar benar masih sayang kamu

Namun ku tak tahu harus bagaimana

Dan apa yang sebenarnya dalam dirimu

Ataukah mungkin memang aku tak pantas

Untukmu, bagimu dan padamu

Dipublikasi di puisiku | Meninggalkan komentar

Jeritan Kalbu

42-250x211

Sesak, perih, dan sangat menyiksa

Ketika serasa akan merelakan

Merelakan dia untuk yang lain

Untuk yang lebih membutuhkan dia

                                 Untuk seseorang yang lebih dari diri ini

                                 Untuk seseorang yang mungkin lebih menyayangi dia

                                 Untuk seseorang yang sepertinya sangat menginginkan dia

                                 Untuk seseorang yang lebih lebih dan lebih diatas diri ini

Ingin rasanya menangis

Ingin rasanya marah

Ingin rasanya berteriak

Dan ingin rasanya mengucapakan

Aku mohon jangan ambil dia untuk kali ini saja”

                                    Namun siapa diri ini dan apa hak diri ini

                                    Untuk melakukan dan melarang

                                    Apa hak diri ini untuk marah

                                    Apa hak diri ini untuk menghalangi

Mata dan hati ini hanya mampu

Untuk menatap dan tetap menyayanginya

Hati ini yang tak mampu

Untuk mendustakan rasa yang selama ini ada

                                      Diri ini hanya mampu berharap

                                      Berharap dia mengetahuinya

                                      Berharap dia mengerti

                                     Dan berharap tetap untuk di sisi ku

                                    Ya, hanya mampu berharap dan berharap

Dipublikasi di puisiku | Meninggalkan komentar

Apalah Aku

Apalah aku di matanya

Yang hanyalah segumpalan kapas mudah terombang-ambing

Segelas kaca yang mudah retak atau bahkan pecah

Dan seutas tali yang terkadang mudah rapuh

 

Tak mampu ku tuk berkata

Tak mampu ku tuk menatap

Tak mampu ku tuk menyentuh

Hanya mampu tuk merindukan dari kejauhan

 

Dimana engkau sekarang

Dimana ku dapat meluapkannya

Dimana pula ku dapat hempaskannya

Ketika kebimbangan dan keraguan itu ke permukaan

 

Bolehkah aku tuk dapat menyayngimu

Hanya dari sini

Tak akan ku usik kau dari peraduanmu

Ku menyayangimu melebihi apa yang kau tahu

Dan ku tak sanggup untuk melupakan cinta yg telah terbentuk

Dipublikasi di puisiku | Meninggalkan komentar

Hanya Bisa Tersenyum

boneka-danbo-sad-sedih

Senang dan bahagia yang kurasakan
Marah dan murka yang selalu harus ku redam
Kisah kisah yang selalu hadir
Ketika bersamamu, yang tak pernah ku bayangkan

Terima kasih telah selalu memberi ku senyuman mu
Terima kasih telah selalu membuatku tertawa dan tersenyum
Terima kasih telah membuatku merasa berarti
Walaupun sebenarnya aku merasa semua itu hanyalah lewat saja

Dengan siapa kau akan bersanding
Dengan siapa kau akan menjalani hari-hari mu nanti
Dengan siapa kau akan berbagi suka dan duka di kemudian hari
Aku sudah tak terlalu memikirkan

Demi kebahagiaanmu, ku rela melepaskan
Demi kebahagiaanmu, ku rela hempaskan
rasa dan asa yang telah terbentuk

Ku hanya dapat tersenyum
Dan akan mengucapkan
Selamat dan semoga kalian bahagia selamanya

Ku akan menyimpan selalu rasa dan asa ini
Dalam laci kenangan terindah ku
Still love you in my heart and always because Allah subhannallahu wa ta’ala

Dipublikasi di puisiku | Meninggalkan komentar

Apalagi Inginmu Dariku

kata-kata-galau-malam-mingguMasih belum puaskah dirimu
Selama ini telah memberi harapan palsu
Memberi kebaikan namun tak ikhlas
Memberi sesuatu namun tak rela

Masih belum puaskah dirimu
Telah melukai diri ini selama ini
Membalaskan apa yang telah kau alami kepada diri ini
Membuat merasakan kehilangan seperti yang kau alami dulu

Sudah berkali-kali ku katakan
Sudah bertahun-tahun ku katakan
Bahwa dulu ku benar-benar tak tahu menahu yang sebenarnya terjadi
Bahwa ku tak tahu menahu bahwa kau masih miliknya
Bahwa ku hanyalah seorang korban mereka

Sering kau ucapkan bahwa kau tak dendam padaku
Sering kau ucapkan bahwa kau hanya ingin menolongku
Namun mengapa ucapan dan perilakumu begitu berbeda jauh
Mengapa kau lakukan lagi apa yang kau lakukan kepada sahabatmu dulu
Juga kepadaku………

Dipublikasi di puisi, puisiku | Tag | Meninggalkan komentar

Apa Inginmu yang Sebenarnya ?

Seakan-akan kau menyambut
Seakan-akan kau pun mengerti
Dan seakan-akan kau menerimanya

Terkadang kau berusaha untuk lepas
Berusaha untuk acuh
Dan berusaha untuk diam

Apa inginmu sebenarnya?
Apa tujuanmu sebenarnya?
Dan apa harapanmu sebenarnya?

Tak usah kau gunakan isyarat lagi
Ucapkan apa yang ada dipikiranmu sebenarnya
Apa maksud perilakumu
Apa maksud ucapanmu waktu itu

Sebelum kau hancurkan kembali benteng yang sudah susah payah aq bangun
Sebelum kau hancurkan lagi semua mimpi-mimpiku
Seperti mereka yang pernah dan telah menghancurkan impianku

Jika suka dan sayang, katakanlah
Jika tak ada rasa, tetap katakanlah
Sekali lagi dan untuk ke sekian kalinya

Ku mohon jangan kau permainkan
Hati yang sudah pecah dan susah payah aq bangun kembali
Still love you in my heart,, deep in my heart

Dipublikasi di puisiku | Tag | Meninggalkan komentar

Apa Inginmu

girls-alone-5
Entah….
Apa yang ada dalam pikiranmu
Siapa yang ada dalam hatimu
Apa yang sebenarnya kau inginkan
Apa yang sebenarnya ingin kau ucapkan
Sepintas kau berucap bahwa kau memilihku
Namun sepintas pula kau mendekati yang lain
Kau peduli padaku
Namun kau juga peduli kepadanya
Permainan kah ini
Atau kenyataan yang sebenarnya
Atau hanya sesaat saja
Ingin ku pertanyakan padamu
Namun ku takut kau akan berubah
Ku takut kau akan marah
Ku takut bahwa smua itu hanyalah bualan dan canda belaka
Katakanlah yang sebenarnya
Sebelum rasa ini semakin besar
Sebelum rasa ini berubah menjadi benci
Sebelum rasa ini berubah menjadi hina
Agar ku dapat mengendalikan
Semua yang ada di jiwa ini
Dan hati ini segera termusnahkan
Aku mohon janganlah kau permainkan hati ini
Seperti mereka-mereka yang telah mempermainkannya
Jangan pula kau pecahkan kaca dalam diri ini
Agar tak terlalu bersusah payah untuk ku sembuhkan
KEMBALI
Dipublikasi di puisiku | Tag | Meninggalkan komentar